25.2.14

Nasi Opor di Kudus

Pada waktu perjalanan dinas ke Semarang, kebetulan sempat ke Kudus juga. Kudus mengalami kebanjiran sebelum saya ke sana, dan jalan utamanya sedang diperbaiki.

Kalau Kudus, saya harus makan Soto Kudus yang asli. Soto adalah masakan Indonesia terfavorite buat saya. Dalam berbagai soto, topnya soto kudus buat saya.

Namun, karena saya makan Soto Ayam Bangong di Semarang tadi malam, maka sopir saya usul untuk makan opor ayam. Opor ayam ini dengan ayam yang dipotong-potong, dan rasanya enak, katanya.


Namanya Nasi Opor Sunggingan. Tempatnya sederhana dan tentu non-AC.


Inilah Nasi Opor. Betul, ayamnya telah dipotong-potong, bersama tempe dan tahu. Ada yang hijau sebelah kanan. Ini untuk apa?


Ini adalah sendok alam. Tentu, rumah makan ini ada sendok dan galpu, tapi pakai sendok alam ini rasanya enak juga ya.

Namun, saya tidak mau selesai makan siang dengan nasi opor ini. Harus makan Soto Kudus yang asli. Maka, menuju makan siang kedua.

2.2.14

Coklat Sulawesi oleh Pencinta Coklat Jepang

Coklat Sulawesi tidak lagi dianggap sebagai coklat murahan dan bermutu rendah. Teman saya, Mr. Yoshino, president director Dari K inc. in Kyoto, Jepang, membuat coklat yang bermutu tinggi, mahal dan sangat enak. Ini sudah dinikmati oleh masyarakat Jepang.

     Dari K (in English)



Bahan bakunya 100 persen coklat dari Sulawesi, ambil dari petani kakao di Polewli, Sulawesi Barat. Kakaonya penuh fermentasi dan disiapkan untuk Dari K. Menurut Mr. Yoshino, awalnya para petani sulit menerima tawaran untuk menyediakan kakao fermentasi. Namun, sedikit demi sedikit mereka mamahami.

Para petani sudah tahu hasil kakao mereka menjadi apa. Sudah tahu coklat buatan Dari K yang dinikmati oleh masyarakat Jepang itu bentuknya bagaimana. Akhirnya, para petani juga mencoba bikin produk olahan kakao sendiri seperti minuman coklat sederhana di Polewali.

Mr. Yoshino pernah menawarkan produk coklatnya yang terdiri dari 100 persen kakao Indonesia untuk salah satu perusahaan penerbangan BUMN Indonesia sebagai makanan kecil executive classnya, namun ditolak. Sayang sekali, ini made in Indonesia, berbeda seperti godiva yang bukan made in Indonesia.


Mr. Yoshino memiliki rencana memdirikan pabrik pengolahan coklat di Sulawesi. Pada masa akan datang dia bermimpi mengembangkan chocolatier orang Indonesia yang dapat membuat coklat bermutu tinggi dan membuka outlet Dari K di Sulawesi oleh chocolatier Indonesia.

Semoga mewujudkan mempi Mr. Yoshino dan Dari K untuk meningkatkan nama baik dan kebangaan Sulawesi.

Silahkan membaca artikel berikut ini juga. Ini ditulis oleh teman saya, Pak Richard.

     Coklat Sulawesi Masuki Pasar Jepang

1.1.14

Deklarasi Katalisator 2014

SELAMAT TAHUN BARU 2014 !

Semoga tahun ini menjadi tahun yang bagus untuk semua.
Semoga tahun ini semua orang di dunia ini merasa bahagia yang lebih besar daripada tahun lalu.


Untuk itu, kita melakukan sesuatu yang konkret dari hal-hal yang kecil.

Melakukan hal-hal yang baik untuk seoarng, minimum satu hal dalam satu hari.
Jika dibantu oleh seseorang, membalas membantu seseorang dengan dua kali lipat lebihnya.
Minimum sekali sehari, senyum kepada seseorang.


Tidak lupa masyarakat Fukushima dan Tohoku sebagai kampung halaman saya.

Memikirkan secara dalam tentang orang-orang lokal di Jepang dan seluruh dunia, dan mencari harapan untuk masa depan.

Menjadi orang yang menyambung antara masyarakat lokal dan masyarakat lokal, produk dan aksi, generasi dan generasi, kegembiraan dan kegembiraan, dan kebahagiaan dan kebahagiaan.

Menjadi katalisator profesional.



16.11.13

Topeng Monyet

Pada Oktober yang lalu, topeng monyet di pinggir jalan di Jakarta mulai dilarang. Alasannya penyakit yang berasal dari monyet, perlindungan binatang, dan menambah macet.

Kapan mulai topeng monyet di Indonesia? Menurut beberapa sumber, ada catatan tentang topeng monyet di dalam buku berbahasa Belanda pada abad ke-19. Topeng monyet umumnya dimainkan di Jabar dan Jatim, dan jarang di luar Jawa. Topeng monyet hampir punah pada 1980-an, namun muncul kembali. Dulu topeng monyet keliling kampung dan saat ini lebih fokus ke tempat peramaian di kota termasuk pinggir jalan.

Saya sendiri punya kenangan tentang topeng monyet. Waktu tinggal di Makassar pada tahun 1997, kami menikmati pertunjukan topeng monyet di halaman rumah saya. Anak-anak teman kami dipanggil dan bersama-sama nonton itu.


Saya melihat tukang topeng monyet yang lewat di depan rumah saya, dan minta main di halaman rumah saya. Saya kunjungi rumah tukang topeng monyet. Mereka berasal dari Jawa dan tinggal di rumah sederhana yang berlokasi bagian pusat kota Makassar waktu itu.

Di Jepang juga ada topeng monyet. Topeng monyet di Jepang sudah dikenal sejak abad ke-12, zaman Kamakura. Topeng monyet ini awalnya berfungsi sebagai seni syukuran atau seni sumbayan pada waktu Tahun Baru. Namun, lama ke lamaan, ini dimainkan kapan saja dan keliling dari kampung ke kampung.

Topeng monyet di Jepang pernah habis pada waktu pertumbuhan ekonomi tinggi, sekitar pertengahan tahun 1960-an. Memang, tukang topeng monyet memainkan itu untuk nafka hidup mereka. Namun, ada seorang folkloris, Mr. Miyamoto, menangkap arti dan makna khusus secara folkloristis di dalam topeng monyet, dan bergerak untuk menghidupkan kembali topeng monyet ini. Akhirnya, kelompok topeng monyet direhabilitasikan di Yamaguchi pada tahun 1978. Miyamoto mencoba kontak Pusat Kajian Monyet di Universitas Kyoto untuk memperdalam fungsi dan makna topeng monyet secara ilmiah.

Sambil melihat larangan topeng monyet di Jakarta, saya ingat sejarah topeng monyet di Jepang. Banyak hal-hal yang tradisional hilang di Jepang termasuk topeng monyet pada waktu pertumbuhan ekonomi tinggi. Indonesia juga demikian. Makin baik taraf hidup masyarakat, makin banyak pendapat untuk perlindungan binatang. Ini juga sama antara Jepang dan Indonesia.

Apakah ada upaya melihat dan meneliti topeng monyet dari segi ilmu budaya atau folklositis? Mungkin baik tukang topeng monyet maupun masyarakat hanya melihat topeng monyet sebagai alat penghasilan uang.

Topeng monyet di Jepang saat ini sudah cukup dikomersialisasikan dan menjadi kelompok hiburan profesional seperti Pasukan Monyet Nikko (Nikko Saru Gundan di dalam bahasa Jepang). Apakah jalan keluar seperti ini di Indonesia?

Di Jepang, tukang topeng monyet berasal dari kalangan paling bawah yang kena diskriminasi dari masyarakat lain. Mereka disingkirkan dari pekerjaan biasa dan terpaksa memainkan topeng monyet untuk hidup. Di Indonesia, sebenarnya siapakah tukang topeng monyet? Berasal dari mana?

Saya belum yakin apakah mereka juga berasal dari kalangan yang dilupakan dari masyarakat lain. Bersama ini, saya juga sedang pikir-pikir di mana ada arti dan nilai secara kultural dan folkloristis untuk menjaga tradisi topeng monyet di Indonesia.

12.10.13

Pencemaran Merkuri dalam Tambang Emas Rakyat

Rakyat tidak selalu benar.

Demokrasi berdasar dari rakyat. Apa yang diinginkan oleh rakyat diwujudkan oleh wakil-wakilnya lewat pemerintahan dan dewan perwakilannya. Politisi harus dengar suara rakyat dan harus mengetahui kebutuhan rakyat yang sebenarnya.

Sejak dulu, pencemaran merkuri dalam tambang emas rakyat menjadi masalah yang sangat sangat serius. Tambang emas ini lebih banyak setelah Reformasi, zaman demokratisasi Indonesia. Merkuri yang digunakan dalam proses penjernihan emas mencemar tanah dan sungai tanpa diawasi.

Pada Jannuari 2004, saya pernah datang ke Mandor, Kalimantan Barat. Mandor adalah tempat yang terkenal terjadinya peristiwa pembenuhan massal rakyat oleh tentara Jepang waktu zaman Perang Dunia II. Ada suatu monumen yang digambarkan tentang situasi pada saat itu.


Setelah monumen ini, ikut jalan yang turun ke bawah. Lima menit kemudian, saya melihat pemandangan yang tak bisa percaya.




Dunia putih. Semua tanahnya putih. Tidak ada yang tumbuh dari dunia putih ini.

Inilah akibatnya pencemaran merkuri dalam tambang emas rakyat. Pada waktu itu, masih ada seorang laki-laki yang sedang mencari emas. Kemungkinan besar pakai merkuri.

Fenomena ini terjadi di mana-mana di Indonesia. Terutama, Pulau Sulawesi dianggap pulau emas dan dimana saja mengandung emas, katanya. Masalahnya, usaha ini sudah menjadi sumber penghasilan utama untuk mereka dan sulit dihentikan. Mekanisme hidup mereka sudah sangat tergantung usaha ini.

Kalau perusahaan besar, usaha seperti ini bisa dikontrol. Apalagi, selalu menghadapi kritik dan protes dari LSM bidang lingkungan hidup. Tetapi, dimana ada LSM yang mencegah usaha rakyat yang ilegal dan sangat berbahaya ini? Dimana ada Pemda yang serius untuk menghentikan usaha ini?

Memang rakyat harus hidup. Tetapi, dengan usaha ini, hidupnya hanya sementara. Tanah tidak bisa digunakan lagi. Jika perusahaan besar atau asing, kritik dan protesnya luar biasa, pasti. Namun, apakah kehancuran lingkungan seperti ini diperbolehkan jika ini dilakukan oleh rakyat?

Sayang sekali, saya belum pernah dengar ketegasan dari pemerintah tentang masalah ini. Rakyat dimanjakan dan tidak diberikan hukuman meskipun merusak lingkungan tanpa terbatas.

Dalam KTT APEC di Bali baru-baru ini, Jepang mengusulkan Konvensi Minamata yang membatasi penggunaan merkuri, dan Indonesia juga sudah menandatangani ini,


Mungkin pembaca sudah kenal Penyakit Minamata. Suatu perusahaan besar di Minamata membuang air limbah yang mengandung merkuri ke laut. Masyarakat setempat makan ikan dari laut itu, dan menderita sakit berat tanpa berhenti sampai meninggal dunia. Pemerintah Jepang dan perusahaan tersebut tidak mau mengakui penyakit ini berasal dari pencemaran merkuri. Akibatnya, banyak orang menderita tanpa perhatian dan bantuan yang cukup.


Saya menduga sebenarnya sudah banyak orang yang merasa sakit dengan pencemaran merkuri. Tetapi tidak tahu tentang sakit itu. Mereka masih membutuhkan uang sebagai pengganti sakitnya. Kondisi ini bisa dikatakan dibiarkan di Indonesia. Apakah ini bisa dibenarkan?

Rakyat tidak selalu benar. Ini adalah peristiwa tersembunyi yang sangat berbahaya untuk lingkungan hidup Indonesia masa depan.

14.9.13

Bahasa Arab = Simbol Islam?

Hari ini saya bertemu seorang konsultan dari Jakarta di suatu hotel di Surabaya. Setelah selesai pembahasan tentang urusan kerja, kita enak ngobrol berbagai hal tentang Indonesia dari kacamata orang Jepang dan Jepang dari kacamata orang Indonesia.

Sejak dulu, ada satu hal yang saya merasa agak aneh. Dalam ceramah ulama, imam, atau guru agama Islam, mereka umumnya pakai Bahasa Arab. Muslim dan muslima diharapkan dapat membaca al-quran dengan Bahasa Arab. Maka, untuk memahami agama Islam secara benar, pemahaman Bahasa Arab itu rupanya wajib. Saya kagum mereka yang menguasai Bahasa Arab.

Pada waktu masih muda, saya juga selalu dibimbing oleh senior saya dengan mengatakan bahwa saya harus menguasai minimum Bahasa Indonesia kalau mau memahami tentang Indonesia. Dengan demikian, pembacaan koran berbahasa Indonesia seperti Kompas menjadi kewajiban saya sehari-hari. Maka, mungkin benar juga perlu menguasai Bahasa Arab untuk memahami agama Islam.

Memang perlu menguasai Bahasa Arab untuk memperdalam pengetahuan tentang agama Islam. Namun, yang menguasai Bahasa Arab belum tentu orang yang beragama Islam saja.

Dalam buku tentang Islam, terlihat banyak huruf Arab. Kalau ada huruf Arab, rupanya muncul suatu nuansa Islam.

Saya pernah mengunjungi suatu desa yang mencoba menerapkan Syariah Islam. Selain baju, ada petunjuk nama jalan yang huruf Roman digantikan dengan huruf Arab. Maaf, saya tidak bisa baca ini jalan apa. Ini berarti huruf Arab dianggap simbol Islam, bukan?

Dalam masa puasa dan lebaran, terlihat banyak huruf Arab dan kalimat Bahasa Indonesia yang ditulis seolah-olah seperti huruf Arab. Semuanya untuk nuansa Islam.

Namun, saya menyadari bahwa Bahasa Arab adalah Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Arab. Masyarakat Arab tidak semuanya muslim. Ada juga yang beragama kristen dan lainnya. Mereka juga memakai Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana kami seolah-olah merasa Bahasa atau huruf Arab diidentikkan dengan agama Islam?

Bahasa dan agama tidak perlu terikat satu sama lain. Bahasa Arab tidak dimiliki oleh muslim saja tetapi oleh masyarakat non-muslim yang hidup di wilayah Arab atau keluarga berasal dari Arab di seluruh dunia.

5.9.13

Nasib Rupiah

Mata uang Indonesia Rupiah melemah terus sejak beberapa akhir tahun lalu. Penyebabnya defisit neraca pembayaran yang berdasar dari penurunan ekspor dan peningkatan impor. Baru pertama kali, Indonesia mengalami defisit perdagangan luar negeri (impor > ekspor) pada bulan Juli 2013.

Ini agak kaget buat sebagian besar orang Jepang karena Indonesia terkenal sebagai negara kaya dengan ekspor migas ke luar negeri termasuk Jepang. Dengan kekayaan sumber daya alam, Indonesia selama ini selalu menonjolkan ekspor daripada impor.

Zamannya berubah. Saat ini ketergantungan terhadap impor oleh Indonesia begitu meningkat, sedangkan pengadaan minyak makin sedikit dan akhirnya upaya eksploitasi minyak pun tersendat karena tidak profitabel lagi.

Dinamika pasar konsumen domestik bergairah dan penjualan mobil tumbus 1 juta unit per tahun dan menjadi 1,1 juta unit pada tahun 2012. Ini dianggap tanda kuatnya pasar domestik Indonesia. Namun demikian, ini mendorong impor bensin dan solar dari luar karena Indonesia belum memiliki fasilitas pembuatannya secara ekonomis sampai sejauh ini. Ironis. Boom pasar domestik ternyata memperbesar impor dan memperburuk neraca pembayarannya.

Perubahan situasi minyak mempengaruhi pada gas alam juga. Kebutuhan gas alam di dalam Indonesia makin naik tetapi penyediaannya terbatas karena terganjal dengan kontrak ekspor gas alam jangka panjang dengan Jepang, Korea dan Cina. Akibatnya, Indonesia yang negara ekspor gas alam terpaksa siap cadangannya dengan pembelian spot gas alam di Timur Tengah dengan harga pasar yang begitu tinggi. Ironis juga.

Selain itu, produk ekspor primadonna pada 1980-1990 an, seperti tekstil, mebel, sepatu, dsb, sebagai industri padat karya, sudah tidak bisa bersaing lagi dengan negara-negara lain karena biaya produksinya makin meningkat dengan kenaikan upah buruh yang sangat drastis. Banyak pengusaha terpaksa putus asa untuk masa depan industri padat karya di Indonesia.

Mestinya harus ada produk ekspor baru yang bersaing di pasar dunia. Tapi ini tidak mungkin tanpa upaya bertahun-tahun untuk mengembangkan produk tersebut. Selama 10-15 tahun ini, apa yang dilakukan oleh Indonesia untuk memunculkan produk ekspor baru?

Maaf, hampir tidak terlihat itu. Kenapa? Karena tanpa upaya tersebut, neraca pembayaran cukup baik. Mengapa cukup baik? Karena ekspor hasil pertambangan cukup baik karena harganya baik di pasar dunia. Selama 10-15 tahun ini, bisa dikatakan bahwa Indonesia lupa atau dilupakan industrialisasi tahapan berikutnya. Indonesia kembali lagi ke negara ekspor barang premier dari ekspor produk industri. Memang begitu shock krisis moneter-ekonomi-politik-sosial berat sekali untuk Indonesia.

Padahal, tahun 2015 adalah batas waktu untuk masuk pasar bebas ASEAN. beberapa tahun ini, Indonesia baru menyadari hal ini.

Dari kalangan masyarakat Jepang, Indonesia dianggap negara bahaya dan beruk sampai beberapa tahun yang lalu karena peristiwa teroris, kerusuhan dan bencana alam yang sering terjadi.

Namun, sejak sekitar tahun 2010, Imej Indonesia tiba-tiba berubah. Indonesia adalah negara prospek yang sangat tinggi. Pasar domestiknya kuat. Ada bonus penduduk. Indonesia menjanjikan masa depan bisnis perusahaan Jepang yang sedang mengalami kesulitan di dalam Jepang.

Terus terang saja, saya sangat heran mengapa tiba-tiba berubah pandangan terhadap Indonesia dari hitam jadi putih.

Saat ini, sambil melihat goyangan rupiah, orang Jepang mulai ragu-ragu tentang kelanjutannya bisnis di Indoensia. Mereka ingin percaya bahwa Indonesia masih tetap bagus. Namun, tidak yakin apakah itu benar. Jika orang Indonesia sendiri tidak percaya mata uang rupiah, mana mungkin orang asing lebih percaya rupiah daripada orang Indonesia sendiri.

Pada waktu krismon, banyak kalangan melarikan dollar ASnya dari Indonesia ke Singapore. Ini bukan orang asing saja tetapi orang Indonesia juga. Waktu itu ada "Gerakan Mencinta Rupiah" oleh keluarga Presiden Suharto. Tetapi itu bukan masalah emosional tetapi masalah nyata. Hampir semua orang tidak percaya bahwa Indonesia masih bagus. Ketidakpercayaan terhadap negaranya sendiri akhirnya hancurkan ekonomi Indonesia sendiri.

Saat ini, belum semua orang yang tidak percaya masa depan Indonesia. Ini berbeda dengan waktu krismon. Tetapi kita belum tahu apa yang terjadi beberapa bulan kemudian. Dan apa yang terjadi ini sangat tergantung apa yang kita lakukan. Yang penting kita tetap menjaga cool head dan jangan panik.